Tips sukses Amanda Susanti kembangkan Sayurbox

Jakarta (ANTARA) - Founder dan CEO Sayurbox, Amanda Susanti, berbagi kiat sukses dalam mengembangkan situs belanja online kebutuhan segar sehari-hari miliknya itu."Orang melihat sukses itu beda-beda, tergantung kita enjoy-nya apa. Aku lihatnya...

Tips sukses Amanda Susanti kembangkan Sayurbox
Jakarta (ANTARA) - Founder dan CEO Sayurbox, Amanda Susanti, berbagi kiat sukses dalam mengembangkan situs belanja online kebutuhan segar sehari-hari miliknya itu.

"Orang melihat sukses itu beda-beda, tergantung kita enjoy-nya apa. Aku lihatnya sukses itu sebuah proses, belajar menjadi lebih baik, jadi percaya diri, belajar dari kegagalan dan punya mindset yang selalu terbuka menjadi kunci," ujar Amanda dalam diskusi yang digelar Tokopedia dengan tema "The Future is Equal" secara daring, Rabu.

Kepekaan terhadap sebuah masalah juga menjadi inisiasi awal Amanda untuk memiliki ide mendirikan Sayurbox. Setelah menyelesaikan kuliah, Amanda "iseng" berkebun, dan saat itu dia melihat masalah rantai distribusi di mana kebanyakan petani mengakses pasar.

Baca juga: Penjual sayur daring alami peningkatan omzet 35 persen selama WFH

Baca juga: Kartini masa kini, manfaatkan teknologi digital untuk berjuang

Baca juga: CEO XL: pada era digital kesetaraan gender tidak lagi persoalan

Untuk mengatasi permasalahan itu, Amanda membuat Sayurbox sebagai solusi mengantarkan sayuran dan buah-buahan dari petani lokal secara online. Namun, ternyata Sayurbox bukan usaha pertama Amanda.

"Aku dari dulu senang banget membangun hal baru dan memecahkan masalah, dari masih sekolah sampai kuliah iseng usaha sampingan, cuma semua part time. Enggak ada yang take off, dan belajar dari pengalaman ini, akhirnya Sayurbox ini bisnis pertama yang benar-benar full time," ujar Amanda.

Setelah sempat membuat usaha lainnya, belajar dari pengalaman, fokus dan ketekunan menjadi kunci lain dari kesuksesan perempuan yang baru saja masuk dalam daftar Forbes Indonesia 30 Under 30 itu.

Menjadi pemimpin di industri teknologi dan rantai suplai yang didominasi laki-laki juga menjadi tantangan tersendiri bagi Amanda. Meski mengaku tidak pernah mengalami perbuatan tidak menyenangkan dalam industri yang dia tekuni itu, Amanda merasa perempuan harus bekerja lebih keras dibanding laki-laki.

Hal ini untuk mengubah stigma masyarakat bahwa perempuan juga bisa sukses, sehingga akan ada lebih lebih lagi pemimpin perempuan di industri tersebut. Dalam perjalanannya mengembangkan Sayurbox, kolaborasi juga dirasa penting bagi Amanda.

"Pendanaan pertama Sayurbox datang dari perempuan. Kita sebagai perempuan harus bisa mendukung satu sama lain untuk menciptakan kesetaraan ke depannya," ujar Amanda.

"Tim kami mayoritas perempuan, ini agar kita dapat selalu mendukung sesama perempuan," tambah dia.

Baca juga: Sayurbox tambah mitra penuhi tingginya permintaan saat WFH

Baca juga: Pesanan melonjak, Sayurbox tambah pekerja untuk kelancaran distribusi

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Let's block ads! (Why?)