Homestay Desa Wisata Torosiaje Gorontalo terapkan protokol kesehatan

Pandemi COVID-19 ini memang sangat berdampak pada kami sebagai penyedia layanan homestayGorontalo (ANTARA) - Homestay atau tempat penginapan bagi wisatawan di rumah warga di Desa Wisata perkampungan Suku Bajo yang berada di atas air di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo menerapkan protokol kesehatan.Salah seorang pemilik homestay itu, Rena Pasandre, di Gorontalo, Minggu, mengatakan hal itu dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. "Sebelumnya kami memang mendapatkan sosialisasi dari pemerintah daerah setempat, agar menerapkan protokol kesehatan dalam mengoperasikan homestay maupun di rumah-rumah disini," ujarnya. Ia menegaskan setiap rumah wajib menyediakan tempat mencuci tangan, dan saat datang ke desa wisata tersebut wajib mengenakan masker serta menjaga jarak. "Pandemi COVID-19 ini memang sangat berdampak pada kami sebagai penyedia layanan homestay, karena banyak tamu yang sudah memesan untuk menginap terpaksa dibatalkan," ujarnya pula. Rena menjelaskan sejak diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam tiga tahap, selama itu pun ia menutup usahanya tersebut. "Kami tutup selama tiga bulan dan baru pekan ini ada tamu lagi, pandemi ini sangat terasa dampaknya, semoga segera berakhir," kata Rena.Baca juga: Permukiman suku Bajo Torosiaje mulai dikunjungi wisatawan Pewarta: Adiwinata SolihinEditor: Budisantoso BudimanCOPYRIGHT © ANTARA 2020 Let's block ads! (Why?)

Homestay Desa Wisata Torosiaje Gorontalo terapkan protokol kesehatan
Pandemi COVID-19 ini memang sangat berdampak pada kami sebagai penyedia layanan homestayGorontalo (ANTARA) - Homestay atau tempat penginapan bagi wisatawan di rumah warga di Desa Wisata perkampungan Suku Bajo yang berada di atas air di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo menerapkan protokol kesehatan.Salah seorang pemilik homestay itu, Rena Pasandre, di Gorontalo, Minggu, mengatakan hal itu dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. "Sebelumnya kami memang mendapatkan sosialisasi dari pemerintah daerah setempat, agar menerapkan protokol kesehatan dalam mengoperasikan homestay maupun di rumah-rumah disini," ujarnya. Ia menegaskan setiap rumah wajib menyediakan tempat mencuci tangan, dan saat datang ke desa wisata tersebut wajib mengenakan masker serta menjaga jarak. "Pandemi COVID-19 ini memang sangat berdampak pada kami sebagai penyedia layanan homestay, karena banyak tamu yang sudah memesan untuk menginap terpaksa dibatalkan," ujarnya pula. Rena menjelaskan sejak diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam tiga tahap, selama itu pun ia menutup usahanya tersebut. "Kami tutup selama tiga bulan dan baru pekan ini ada tamu lagi, pandemi ini sangat terasa dampaknya, semoga segera berakhir," kata Rena.Baca juga: Permukiman suku Bajo Torosiaje mulai dikunjungi wisatawan Pewarta: Adiwinata SolihinEditor: Budisantoso BudimanCOPYRIGHT © ANTARA 2020 Let's block ads! (Why?)