Debut Dimas Danang di pentas "Panembahan Reso" karya W.S. Rendra

Jakarta (ANTARA) - Pembawa acara dan penyiar Dimas Danang Suryonegoro untuk pertama kalinya bermain dalam teater. Penyiar kelahiran 18 April 1989 berperan sebagai Pangeran Gada di lakon "Panembahan Reso", mahakarya W.S. Rendra yang dipentaskan...

Debut Dimas Danang di pentas "Panembahan Reso" karya W.S. Rendra
Jakarta (ANTARA) - Pembawa acara dan penyiar Dimas Danang Suryonegoro untuk pertama kalinya bermain dalam teater. Penyiar kelahiran 18 April 1989 berperan sebagai Pangeran Gada di lakon "Panembahan Reso", mahakarya W.S. Rendra yang dipentaskan kembali setelah 34 tahun berlalu semenjak pertunjukan terakhirnya.

Suami penyanyi Galabby Thahira Pahlevi ini ditawari peran Pangeran Gada langsung oleh Ken Zuraida, istri mendiang sastrawan W.S. Rendra.

"Ini teater serius yang pertama, kalau drama musikal sudah beberapa kali," kata Danang usai gladi resik di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat (24/1).

Dia menjalani latihan selama empat bulan di Jakarta dan Solo. Danang mendeskripsikan karakter Pangeran Gada sebagai anak tengah yang terjebak di antara kakak dan adik yang haus kekuasaan, juga ibu yang harus dibela.

"Dia bukan orang yang pingin takhta, tapi ingin pemerataan," kata Gada, seraya bergurau menambahkan karakternya serupa dengan tokoh Aurora di film "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" karena sama-sama anak tengah.

Dunia akting bukan hal baru bagi Danang yang pernah bermain di tiga film, termasuk "Terlalu Tampan", "Gundala" dan "Pancaran Sinar Petromaks: Gaya Mahasiswa".

Baca juga: "Panembahan Reso", karya WS Rendra yang tak lekang dimakan zaman

Baca juga: Mahakarya WS Rendra "Panembahan Reso" melalui riset 11 tahun

Namun beraksi di depan panggung dan kamera adalah hal yang berbeda. Saat berlakon di teater, semuanya harus dimainkan sampai akhir meski ada kesalahan. Tidak ada "cut" atau "retake" untuk mendapatkan hasil terbaik. Ia hanya bisa berusaha sebaik-baiknya untuk memberikan hasil maksimal.

"Yang paling susah itu ikhlas dalam berperan.. dalam arti kita berperan, sudah latihan, (saat) di panggung, kita serahkan sama Beliau yang punya kuasa," katanya.

Hal menarik lain dari teater adalah bagaimana para aktor menampilkan performa terbaik tak peduli seberapa banyak penonton yang hadir.

"Mau bagaimana juga, satu atau 1.000 penonton, harus dipersembahkan yang sama. Banyak banget kesenangannya dalam berproses, luar biasa banget," kata Danang yang mengagumi dialog-dialog penuh makna ciptaan W.S. Rendra dalam lakon tersebut.

Danang tak akan berpikir dua kali bila mendapat kesempatan untuk kembali pentas di sebuah lakon. Menjadi aktor adalah impiannya sejak remaja.

Itulah mengapa dia berusaha memanfaatkan kesempatan yang datang sebaik-baiknya. Terlihat dalam "Panembahan Reso" adalah berkah bagi Danang yang bisa berinteraksi bersama mereka yang sudah makan garam di dunia teater.

Pementasan teater ini melibatkan gabungan dari seniman teater, tari dan musik dengan pemeran utama seperti Sha Ine, Whani Darmawan, Ucie Sucita, Sruti Respati, Ruth Marini, Maryam Supraba, Gigok Anugoro dan Jamaludin Latif.

Dia membocorkan ada sebuah rencana untuk tampil di pentas teater di masa depan. "Ada satu pentas, mungkin saya berdua saja sama istri."

Baca juga: Galabby curahkan isi hati dalam lagu "Jangan Takut Gendut"

Baca juga: Calvin Jeremy dan Dimas Danang terlibat di film "Terlalu Tampan"
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Let's block ads! (Why?)